Stroke dan Mengemudi Profesional - Menentukan Koneksi dan Cara Mengontrolnya

....

 


Apa Faktor Risiko Stroke?

Menurut penelitian, ada banyak faktor yang dapat berkontribusi terhadap timbulnya stroke. Selain stres, faktor risiko utama lainnya termasuk obesitas, kelebihan berat badan, jam kerja yang panjang, dan merokok. Diabetes dan tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dianggap sebagai faktor risiko utama stroke.


Siapa yang lebih berisiko terkena stroke? Pria lebih rentan menderita stroke dibandingkan wanita. Mereka yang berusia di atas 55 tahun dengan keturunan Hispanik, Pasifik atau Asia serta Afrika Amerika sangat rentan menderita stroke. Mereka yang pernah menderita Transient Ischemic Attack atau stroke sebelumnya juga berisiko lebih besar terkena stroke.



Orang yang menggunakan kokain, alat kontrasepsi dan alkohol juga berisiko terkena stroke. Mereka yang memiliki riwayat keluarga stroke dan kadar asam amino yang tinggi dalam darah juga bisa menderita stroke.


Mengemudi Setelah Serangan Stroke

Mengemudi menjadi perhatian utama setelah serangan stroke. Hal ini sebenarnya dapat mempengaruhi keselamatan Anda dan keluarga Anda. Itu selalu penting untuk mencari nasihat dokter Anda sebelum mengemudi lagi.


Menurut National Stroke Association, hampir 80% dari semua kasus stroke dapat dicegah. Karena stroke lebih sering terjadi pada pengemudi profesional yang membawa orang daripada barang, membatasi stres kerja penting dalam mengendalikan stroke. Jam mengemudi harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan hipertensi harus dikontrol.



Pastikan tekanan darah Anda di bawah 120/80. Apa pun yang lebih tinggi dari angka ini akan membuat Anda waspada. Selain meningkatkan asupan air, meningkatkan asupan serat juga membantu mengendalikan stroke. Selalu kendalikan berat badan Anda dan pastikan jumlah glukosa dalam darah Anda berada pada tingkat optimal. Berhenti merokok dan kendalikan konsumsi alkohol Anda karena ini adalah faktor risiko utama stroke pada pengemudi profesional.



....